Desa Godong

Desa Godong

November 29, 2025

Festival Literasi Grobogan 2025 : Membiasakan Membaca, Menumbuhkan Generasi yang Tangguh

Purwodadi— Ada kalanya kemajuan sebuah
daerah berawal dari langkah yang tampak sederhana—membiasakan membaca, membuka
halaman dengan kesadaran, bukan karena tuntutan. Dari kebiasaan kecil itulah cara
berpikir tumbuh, kreativitas berkembang, dan perlahan menguatkan pijakan kita
menghadapi masa depan.

Jumat (21/11/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang
Armunanto mengunjungi Festival Literasi Kabupaten Grobogan 2025 di Gedung
Serbaguna Dewi Sri Purwodadi. Festival yang digelar Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) pada 19–25 November 2025 ini menjadi ruang
yang mempertemukan banyak cerita—dari pelajar, guru, pegiat komunitas membaca,
hingga masyarakat umum.

Pada kunjungan itu, Sekda mengisi buku tamu elektronik sebagai
bagian dari modernisasi layanan perpustakaan, kemudian mendaftar menjadi
anggota perpustakaan daerah, berkeliling stand, dan membeli
beberapa buku serta produk UMKM lokal. Salah satu yang menarik perhatiannya
adalah buku autobiografi Pahlawan Nasional Tan Malaka, Dari Penjara ke
Penjara
, yang ia pilih setelah menelusuri koleksi pameran.

Sekda juga menyerahkan penghargaan lomba menggambar dan
menyampaikan pesan kepada para pemenang, orang tua, dan guru yang mendampingi. "Terus
kembangkan bakat dan kreativitas mereka, dan jangan lupa menambahkan sentuhan
khas Grobogan dalam setiap karya,”
 ujarnya.

Festival Literasi Grobogan 2025 digelar dengan suasana yang hangat
dan penuh antusiasme. Rangkaian kegiatannya meliputi pameran buku, dialog
literasi, penampilan seni, serta workshop kreatif—sebuah ruang yang
memungkinkan banyak orang bertemu dan berbagi pengalaman.

 

Festival ini dibuka secara resmi oleh
Bupati Grobogan Setyo Hadi pada Kamis (20/11/2025). Dalam sambutannya, Bupati
menegaskan kembali pentingnya literasi sejak dini sebagai kunci pembangunan
sumber daya manusia.

“Fondasi Grobogan adalah anak-anak generasi penerus kita.
Jika kita membinanya dengan baik, maka ke depannya akan baik. Anak-anak
dibiasakan membaca sehingga mereka pandai,”
 ujarnya.

Pemerintah berharap festival ini menjadi pengingat bahwa membaca
bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan kebiasaan yang tumbuh di
sekolah, perpustakaan, rumah, dan ruang publik.

Pada akhirnya, masa depan Grobogan tidak hanya dibangun dengan
beton, anggaran, dan indikator program, tetapi juga dengan kekuatan pengetahuan
dan kemauan untuk terus belajar. Dari halaman-halaman buku yang dibuka hari
ini, lahirlah harapan besar bagi Grobogan yang lebih maju, lebih cerdas, dan
lebih berkeadaban. (jsa)





















 Sumber dari Website Pemda Grobogan Jawa Tengah